Pengertian Senioritas


Pengertian Senioritas secara etimologis adalah orang yang lebih tua, pengertian lebih luasnya adalah pemberian yang dikhususkan untuk orang yang lebih dituakan dalam berbagai hal, karena orang yang lebih tua biasanya dipandang lebih memiliki banyak pengalaman, kata senioritas adalah kata yang sudah sangat terkenal dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dalam kehidupan masyarakat maupun lingkungan sekolah. Dalam sekolah, pelajar menganggap senioritas adalah sebuah gap antara senior dan junior.

Weber mendefinisikan kekuasaan adalah kemungkinan seseorang melakukan keinginan di dalam suatu hubungan sosial yang ada termasuk dengan kekuatan tanpa menghiraukan adanya norma dan nilai yang menjadi landasan. Hubungan otoritas ada apabila pihak yang dikuasai “menyetujui” dengan pihak yang menguasai, misalnya bersedia melakukan tata tertib yang telah dibuat oleh senior yang mengatur untuk mendisiplinkan adik-adik kelasnya atau para junior.

Senioritas adalah situasi di mana terjadi pemisahan kelompok secara sosial berdasarkan umur dalam lingkup jenjang pendidikan. Yang lebih tua secara umur, mendapat labelisasi secara otomatis sebagai “senior”. Yang jauh lebih muda, adalah “junior”.Inilah pola dasar dari situasi senioritas.

Pola dasar ini kemudian semakin mengikat dan membentuk sebuahrelasi sosial yang unik. Relasi ini mengikat kepada siapapun yang terkelompok secara sosial atas asumsi labelisasi tadi. Sebutlah relasi Sen-Ju, atau relasi senior-junior. Relasi ini mulai mengikat dan terbentuk pada saat ada pelembagaan struktur. Pelembagaan struktur ini adalah proses struktural dari institusi pendidikan di mana individu-individu yang terkelompok ini berada. Yang penulis maksud adalah pelembagaan relasi senioritas melalui mekanisme dan program penerimaan siswa didik disetiap tahun ajar baru. Inilah gerbang awal dari fenomena senioritas yang ada di sekitar kita. Relasi senior-junior tadi yang-entah sejak kapan menjadi ukuran berdasar umur dan bukan merupakan suatu faktor yang deteminan, berasimilasi dengan kekuatan struktural dari sebuah institusi pendidikan yang kemudian “melembagakan” relasi tersebut.

Relasi ini menjadi bagian dari struktur institusi tersebut. Aktor-aktor kemudian bergerak atas nama struktur yang melegalisasinya. Inilah yang disebut.Giddens sebagai dwi rangkap dalam gagasan agen dan strukturnya. Relasi yang tadinya memiliki modal dasar yang lemah (pengelompokan berdasar umur) kini menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya karena proses pelembagaan relasi melalui penerimaan struktural dari institusi sosial.

Baca Juga

Pengaruh dan Dampak Senioritas

Sistem senioritas ini terkait dengan “hierarki komando” yang biasanya digunakan oleh militer, karena kebutuhan organisasi militer akan adanya suatu kepatuhan tanpa pertanyaan dari bawahan atau junior pada atasannya atau senior. Sayangnya system senioritas yang ideal hanya untuk militer, ternyata diadopsi secara sengaja maupun tidak ke berbegai institusi non-militer oleh penguasa orde baru diantaranya institusi pendidikan non-apatur. Proses adopsi inilah yang dikemudian melahirkan eksis negative, yaitu orang-orang yang memiliki “sindrom senioritas”.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *