Cara Jitu Membangun Rumah Tanpa Jasa Arsitek


Bagi pasangan muda yang baru menikah, tentu punya rumah sendiri merupakan suatu hal yang diidam-idamkan. Malah terkadang rencana memiliki rumah sendiri sudah diprogramkan jauh-jauh hari sebelum walimah pernikahan dilangsungkan. Namun hal itu ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak kendala yang tanpa diduga menjadi penghalang. Salah satunya adalah dalam menentukan desainnya, model rumahnya, tata ruangnya dan lain sebagainya. Dan hal itu tentu tidak terlepas dari jasa arsitek sebagai tenaga profesional yang dapat mewujudkan rumah impian tersebut.

Membangun Rumah Sendiri Tanpa Arsitek, Mungkinkah?

Memang saat ini, jasa arsitek bukanlah hal yang mewah dan mahal lagi. Tarif arsitek kini sudah terjangkau dan sesuai dengan hasil desain yang diharapkan. Banyak konsultan arsitek profesional yang memiliki tarif yang bisa disesuaikan dengan budget si pemilik rumah itu sendiri. Biasanya biaya desainnya dihitung berdasarkan luas rumah yang hendak dibangun.

Salah satu konsultan arsitek yang cukup murah biaya desainnya namun tetap profesional adalah Arsitek Online. Konsultan arsitek ini seingat penulis adalah salah satu konsultan arsitek yg cukup direkomendasikan karena selain ramah dalam berkonsultasi,  juga biaya desainnya cukup murah. Apalagi kualitas gambar hasil desainnya sangat bagus dan setara dengan arsitek luar. Contoh gambar desain rumahnya bisa penulis lihat di sini ARSITEK. Di websitenya tersebut ada banyak contoh-contoh gambar rumah yang menarik dan eksklusif. Coba deh lihat….

Bagi Anda yang ingin bereksperimen sendiri dalam mendesain rumah, Anda tidak perlu bingung, kami berhasil mewawancarai tim Arsitek Online dan secara sukarela mereka siap membantu Anda mewujudkannya. Tidak perlu bayar, dijamin gratis….! Mereka akan memandu Anda melakukannya langkah demi langkah secara bertahap. Dan Anda pun bisa menjadi seorang arsitek bagi rumah impian Anda. Mau coba…? Berikut tips mendesain rumah sendiri tanpa jasa arsitek selengkapnya:

Persiapan Sebelum Mendesain Rumah Sendiri

Sebelum kita mendesain rumah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan. Tanpa persiapan ini, akan sulit bagi kita nantinya untuk memulainya karena hal ini merupakan data awal sebagai pedoman seorang arsitek dalam mendesain sebuah rumah. Hal yang perlu diketahui tersebut adalah:

  1. Luas tanah dan bentuk tanah yang hendak dibangun.

Yang pertama kali harus diketahui tentulah luas tanah yang hendak dibangun tersebut. Berapa panjangnya dan berapa lebarnya. Hal ini berkenaan dengan bentuk rumah yang akan dibangun nantinya, apakah memanjang atau melebar, atau kiri kanan rumah mepet ke tembok tetangga atau ada spacenya dan sebagainya. Nah, bentuk tanahnya juga turut menentukan, apakah trapesium atau persegi panjang dan lain sebagainya.

  1. Cari tahu kondisi tanah.

Maksud kondisi tanah disini adalah keadaan tanah di lokasi apakah termasuk tanah keras atau tidak. Biasanya seorang arsitek dalam menentukan jenis pondasi yang akan digunakan, mengetahuinya dari kondisi tanahnya ini. Kalau tanahnya keras, mungkin tidak perlu pakai “paku bumi” dan cukup pakai pondasi plat setempat saja. Namun kalau kondisinya tanahnya labil atau di daerah rawa, mungkin harus lebih diperkuat lagi agar tidak mudah amblas.

  1. Tentukan ketinggian halaman dari jalan

Ini penting bagi arsitek untuk mengantisipasi banjir sejak rumah didirikan dan direncanakan dari awal. Bila di wilayah tersebut sering banjir, maka prediksi dari awal, pada ketinggian berapa maksimal banjir sering terjadi. Bila misalnya banjir paling tinggi 60 cm, maka kita bisa membuat ketinggian rumah 80 cm dari jalan. Namun bila di daerah tersebut tidak pernah banjir, cukup dinaikkan 40 cm saja dari jalan.

  1. Pastikan alokasi dana yang siap dianggarkan.

Selailn itu yang bisa dibilang sangat penting adalah mengenai ketersediaan anggaran. Coba hitung lagi dana yang tersedia untuk melaksanakan pembangunan tersebut. Dan cari tahu berapa perkiraan biaya pembangunan rumah tersebut dibutuhkan. Biasanya arsitek punya rumus tertentu untuk mencari tahu biaya pembangunan suatu rumah dengan cepat. Cara mudahnya adalah kalikan saja perkiraan luas rumah tersebut dengan Rp. 3.000.000,- Ini hanya perkiraan saja. Di setiap kota tentu berbeda-beda, tapi kita ambil rata-ratanya saja. Jadi bila misalnya Anda ingin membangun rumah dengan luas 80 m2, maka perkiraan biaya pembangunannya adalah 80 m2 x Rp. 3 juta = Rp. 240 juta.

Biaya ini sudah termasuk semuanya yakni meliputi biaya material bangunan seluruhnya dan upah tukangnya. Bila rumah Anda tipe rumah mewah, maka biaya per bisa lebih dari itu karena perkiraan diatas hanya perkiraan untuk rumah dengan kualitas standar saja.

  1. Cari tukang bangunan berpengalaman dan murah

Terakhir, untuk membangun rumah kita tersebut tentu dibutuhkan tenaga tukang untuk mengerjakannya. Bila Anda punya dana lebih, Anda bisa memakai jasa kontraktor, namun kalau dananya terbatas, tukang bangunan pun cukup bagus. Carilah tukang yang sudah berpengalaman. Tanyakan rumah mana saja yang pernah dia kerjakan. Kunjungi dan lihat hasilnya. Setelah itu baru tanya berapa upah tukangnya.

Biasanya upah tukang dihitung per meter persegi luas bangunan. Kisaran harganya bervariasi tergantung skill dan kualitas tukangnya. Namun secara rata-rata untuk di kota, upah tukangnya antara Rp. 500 ribu sampai Rp. 700 ribu per meter per segi luas bangunan.

Kisaran harga ini adalah untuk kualitas rumah menengah. Bila rumah Anda kategori rumah mewah, upah tukangnya mungkin lebih mahal lagi.

Demikian tips seputar membangun rumah sendiri tanpa jasa arsitek. Mudah-mudahan bermanfaat dan bila ada pertanyaan, bisa langsung dilayangkan ke email kami di: info@arsitekonline [dot] com

InsyaAlloh tim arsitek kami akan jawab secara detil satu per satu dari pertanyaan tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *